parenting

Cara Donna Agnesia Ajarkan Anak Terima Kegagalan

Menurut Donna Agnesa, sulit menerima kekalahan atau kegagalan adalah sikap yang manusiawi sehingga memang sulit untuk dilawan.


Editor: Ery Syahria
Selasa, 6 Desember 2022 | 04:16 WIB
Donna Agnesia dan suaminya, Darius Sinathrya [Instagram/dagnesia]
Donna Agnesia dan suaminya, Darius Sinathrya [Instagram/dagnesia]

Bagi anak-anak, menerima sebuah kekalahan bukan perkara mudah, dalam sebuah pertandingan olahraga misalnya. Padahal, jiwa sportif termasuk dalam kepribadian yang positif untuk anak-anak.

Sebagai orangtua yang anaknya aktif bermain sepak bola, artis Donna Agnesia sadar betul dengan hal tersebut. Kata istri Darius Sinathrya ini, sulit menerima kekalahan atau kegagalan adalah sikap yang manusiawi sehingga memang sulit untuk dilawan.

"Sangat mudah ketika kita menjadi juara, ketika kita menjadi yang terbaik, nggak terkalahkan atau apa, itu sangat mudah untuk bisa menerima. Tapi memang sulit sekali, jangankan anak-anak, kita aja kadang kalau gagal, kalah, pasti ada rasa kecewa," kata Donna Agnesia dalam sebuah acara. 

Donna pun berbagi tips bagaimana cara menumbuhkan sportivitas pada anak. Kuncinya adalah beri pengertian dengan berkomunikasi. 

Menurut Donna Agnesia, kesalahan yang kerap dilakukan orangtua ketika anaknya kalah adalah bertanya, 'kamu kok bisa kalah?'. Pertanyaan tersebut malah makin membuat anak tak terima dengan kekalahannya. 

"Kita harus sering tanyakan apa yang kamu rasakan ketika anak kalah. Kadang orangtua suka lupa sebenarnya perasaan anak seperti apa," ujar Donna.

Penting bagi Donna, orangtua jadi yang pertama menerima ketika anak alami kekalahan. Ingat, orangtua adalah panutan dari anak sehingga sikapnya bakal dengan mudah ditiru. 

"Kadang, dalam sebuah pertandingan ada yang anaknya sebenarnya nggak papa, malah orangtuanya yang udah ngotot duluan. Jadi memang karakter baik itu harus ditumbuhkan dari dua sisi, dari anak-anak dan juga orangtua," kata Donna Agnesia

"Gimana caranya untuk bisa menerima, kenapa tadi mungkin mereka sudah mau menciptakan gol tapi nggak jadi gol misalnya. Itu memang butuh waktu dan setiap anak dalam fase usia mereka, cara menjelaskannya, cara untuk menumbuhkan itu pun pasti berbeda," ujarnya lagi. 

Didikan Donna Agnesia tentang sportivitas berhasil diterapkan pada salah satu putranya, Diego. Diego kini sudah bisa menerima kegagalan jika timnya kalah. 

Meskipun, kata Donna, ekspresi kekecewaan pasti ada. Tapi yang penting, hal tersebut jangan sampai berlarut-larut.

"Ketika menghadapi sebuah kekalahan harus tetap positif. Ini bukan hari yang baik buat kamu mungkin. Jadi untuk next time-nya seperti apa, latihan lebih keras lagi, lebih fokus, kita evaluasi bukan pada kalahnya, tapi gimana caranya next time supaya mereka bisa comeback stronger," ujar Donna Agnesia.  

Tag donna agnesia

Terkini