parenting

Udara di Jakarta Buruk, Sebaiknya Balita Jangan ke Taman Bermain Dulu

Polusi udara bisa membuat anak alergi seumur hidup.


Editor: Cahyaningrum
Jumat, 8 September 2023 | 22:14 WIB
Ilustrasi polusi udara [Pexels.com]
Ilustrasi polusi udara [Pexels.com]

Kualitas udara di Jakarta saat ini mengalami penurunan yang signifikan, dan hal ini dapat berdampak buruk pada kesehatan warga, terutama anak-anak. Oleh karena itu, disarankan agar balita atau bayi di bawah lima tahun untuk sementara waktu tidak pergi ke taman bermain di luar ruangan.

Menurut Peneliti Utama Health Collaborative Center (HCC), Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, polusi udara dapat menyebabkan anak memiliki alergi sepanjang hidupnya.

Kondisi ini terjadi karena sistem kekebalan tubuh anak belum sepenuhnya berkembang dan belum mampu melawan polutan yang berasal dari polusi udara. Hal ini dapat memberikan beban berat pada tubuh anak, terutama pada paru-parunya yang belum matang secara sempurna.

"Genetik yang rusak pada masa anak sulit untuk diperbaiki. Sebanyak 68 persen dari penyakit alergi yang muncul saat dewasa ditentukan oleh faktor-faktor yang terjadi pada masa balita. Alergi yang terbentuk pada masa balita sering kali akan berlanjut hingga dewasa," jelas Ray seperti yang dikutip dari laman Suara.com.

Salah satu penyakit yang paling sering dialami anak akibat polusi udara adalah infeksi saluran napas akut (ISPA). Kondisi ini terjadi karena sistem kekebalan tubuh anak merespons peradangan secara berlebihan akibat kelemahan sistem imun mereka.

"Sistem kekebalan tubuh anak belum sepenuhnya terbentuk, masih dalam tahap perkembangan, sehingga reaksinya bisa berlebihan. Dampak terbesarnya adalah mempengaruhi kualitas hidup anak, seperti alergi, demam, dan ketidakmampuan untuk beraktivitas seperti biasanya," ungkap Ray.

Ray juga menekankan bahwa ketika anak mengalami gangguan dalam beraktivitas normalnya, pertumbuhannya dapat terhambat karena kurangnya stimulasi yang diperoleh dari bermain. Bermain memiliki peran penting dalam merangsang kemampuan kognitif anak serta kemampuan mereka untuk bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya.

Dalam situasi seperti saat ini, Ray menyarankan agar orangtua tidak membawa anak balita ke taman bermain luar ruangan karena risiko terpapar polusi udara yang berpotensi merugikan masa depan anak. Sebaliknya, ia menyarankan agar balita fokus mendapatkan stimulasi dan bermain bersama orangtua mereka.

"Anak di bawah usia 5 tahun akan mendapatkan stimulasi yang lebih efektif melalui bermain bersama orangtua mereka. Sebaiknya hindari membawa mereka ke taman bermain yang dapat mengekspos mereka pada polusi udara. Stimulasi yang diberikan oleh orangtua akan jauh lebih efektif," kata sang dokter. 

Tag polusi udara polusi udara di rumah jakarta

Terkini