konsultasi

Anak Muntah? Begini Cara Menanganinya

Muntah kerap dialami oleh bayi atau anak-anak dan banyak faktor yang menjadi penyebabnya diantaranya adalah karena infeksi lambung. Biasanya muntah ini bisa sembuh dengan sendirinya jika dapat ditangani dengan benar.


Editor: Nurakhmayani
Jumat, 9 Desember 2022 | 12:16 WIB
Foto: ilustrasi anak sakit (pexels/Mart Production)
Foto: ilustrasi anak sakit (pexels/Mart Production)

Moms, muntah kerap dialami oleh bayi atau anak-anak dan banyak faktor yang menjadi penyebabnya diantaranya adalah karena infeksi lambung. 

Biasanya muntah ini bisa sembuh dengan sendirinya jika dapat ditangani dengan benar. Tetapi dalam beberapa kasus, muntah dapat menjadi indikasi adanya penyakit yang serius yang diderita anak, seperti muntah darah, muntah-muntah lebih dari 3 kali selama 24 jam.  

Lalu bagaimana menanganinya?
Dilansir dari Kidshealth, sebagian besar muntah yang dialami anak disebabkan oleh gastroenteritis, infeksi lambung dan usus. 

Gastroenteritis, sering disebut "flu perut", biasanya disebabkan oleh virus. 
Tetapi kuman lain , seperti bakteri dan parasit, juga bisa menyebabkan gastroenteritis. Selain muntah, penderita gastroenteritis juga mungkin mengalami mual, sakit perut, dan diare .

muntah akibat gastroenteritis biasanya berlangsung kurang dari 24 jam dan gejala lainnya membaik dalam beberapa hari.

muntah pada bayi bisa juga mengindikasikan adanya usus yang tersumbat, seperti stenosis pilorus. Moms, sebelum anak muntah biasanya ia akan merasakan gejala mual dan sakit perut sebelum muntah

Selain itu anak juga bisa mengalami demam, kehilangan nafsu makan serta diare.
Jika muntah dalam sehari terjadi beberapa kali maka akan dapat menyebabkan dehidrasi (tidak memiliki cukup air dalam tubuh). 

Moms bisa mengenali jika anak mengalami dehidrasi melalui tanda-tanda jarang buang air kecil, sering menangis dengan sedikit atau tanpa air mata, mulut kering atau bibir pecah-pecah, pusing, bertingkah sangat mengantuk atau kurang waspada.

Nah, jika anak mengalami dehidrasi ringan  beberapa hal ini dapat Moms lakukan:
1. Mulailah dengan sedikit teguk larutan rehidrasi oral, sekitar 1 atau 2 sendok teh setiap beberapa menit. Rehidrasi oral ini memiliki jumlah air, gula, dan garam yang tepat untuk membantu dehidrasi seperti Pedialyte, Enfalyte, atau merek toko .

2. Bayi dapat terus menyusu atau minum susu formula selama tidak muntah berulang kali.

3. Jangan berikan bayi air putih sebagai pengganti larutan rehidrasi oral. Itu tidak memiliki nutrisi yang tepat untuk bayi dengan dehidrasi.

4. Anak-anak yang lebih besar dapat memiliki es loli elektrolit beku.

5. Jangan berikan obat untuk muntah kecuali dokter menganjurkannya.

6. Ketika anak berhenti muntah maka Moms dapat memberikan sedikit makanan padat, seperti roti panggang, kerupuk, nasi, atau kentang tumbuk. Selain itu, Moms juga dapat memberikan yoghurt, buah-buahan, sayuran, dan daging tanpa lemak, seperti ayam.

Meski muntah dapat ditangani sendiri, tetapi Moms harus waspada jika:
• Anak tidak bisa minum selama beberapa jam
• Memiliki tanda-tanda dehidrasi, seperti jarang buang air kecil, menangis dengan sedikit atau tanpa air mata, mulut kering atau bibir pecah-pecah, merasa pusing atau kepala terasa ringan, bertingkah sangat mengantuk atau kurang waspada
• Sedang demam tinggi
muntah darah, atau muntah berwarna hijau atau kecoklatan
• Mengalami sakit perut atau punggung yang parah
• Sakit kepala atau leher kaku
muntah setelah cedera kepala
muntah lebih dari 24 jam 
Nah, Moms sekarang jelas ya menangani anak muntah, semoga bermanfaat
 

Tag muntah

Terkini