konsultasi

Apa Syaratnya Bila Pengidap Diabetes Ingin Puasa?

Simak penjelasan lengkap pakar kesehatan tentang puasa aman bagi pengidap diabetes.


Editor: Cahyaningrum
Minggu, 26 Maret 2023 | 10:43 WIB
Ilustrasi tes gula darah untuk deteksi dini ada atau tidaknya potensi diabetes. (Foto: Pexels/Nataliya Vaitkevich)
Ilustrasi tes gula darah untuk deteksi dini ada atau tidaknya potensi diabetes. (Foto: Pexels/Nataliya Vaitkevich)

Simak penjelasan lengkap pakar kesehatan tentang puasa aman bagi pengidap diabetes

Tanya:
puasa Ramadan merupakan salah satu kewajiban umat Muslim di seluruh dunia, tetapi bagi pengidap diabetes perlu beberapa persiapan sebelum puasa agar tidak menimbulkan komplikasi yang membahayakan kesehatan akibat proses metabolisme yang terganggu.

Pada prinsipnya, penderita diabetes boleh saja menjalankan ibadah puasa, asalkan memenuhi syarat-syarat tertentu.

Apa saja syaratnya bila pengidap diabetes ingin puasa?

Jawab:
Dokter spesialis penyakit dalam dr Herry Nursetiyanto, Sp.PD, FINASIM mengatakan penyandang diabetes tetap harus pastikan gula darah berada di batas aman jika ingin tetap berpuasa.

"Yang penting puasanya aman dengan gula darahnya enggak kurang dari 100 atau tidak lebih dari 250 itu aman, diharapkan range-nya 150-250 itu masih bisa diterima, kalau terlalu rendah atau terlalu tinggi bahaya," ucapnya dalam webinar kesehatan, Sabtu (25/3/2023) dia lansir Antara.

Syarat untuk menjalankan puasa bagi penyandang diabetes, kata dr Herry, juga bergantung pada tingkatan kondisi penyakit diabetes itu sendiri.

Jika pada kondisi ringan, bisa disesuaikan waktu meminum obatnya pada saat berbuka atau sahur dan menerapkan pola diet sehat.

Namun jika kondisinya sedang hingga berat, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter agar bisa diberikan saran terbaik dari sisi medis.

"Kalau yang diabetes yang berat dan risiko tinggi biasanya kita secara medis tidak menyarankan untuk puasa, kalau yang risiko tinggi dipaksakan puasa yang terjadi adalah risikonya lebih berat dari manfaatnya," terang dokter yang menamatkan spesialisasinya di Fakultas Kedokteran Universitas ini.

Lebih lanjut ia menambahkan bahwa penyandang diabetes dengan risiko tinggi seperti gula darah tinggi (hiperglikemi) bila berpuasa akan berdampak pada menurunnya fungsi organ lainnya.

Selain itu jika kadar gula yang terlalu rendah, dapat menyebabkan kehilangan kesadaran dan berujung pada koma hipoglikemi.

"Kalau gula darah drop di bawah 70 itu bahaya pasien bisa koma hipoglikemia karena tubuh tidak bisa mendapatkan suplai karbohidrat yang cukup, dalam waktu tertentu. Dalam waktu 15 menit akan terjadi kerusakan otak jadi justru lebih berbahaya, biasanya pada lansia," jelas dr Herry.

Selain itu, juga tidak disarankan berpuasa jika pasien diabetes yang sedang mengalami flu atau batuk pilek karena dikhawatirkan akan terjadi komplikasi dan obat yang dikonsumsi jadi bertambah.

Dokter Herry juga mengingatkan untuk tidak berlebihan dalam mengonsumsi panganan sahur atau berbuka agar bisa mendapatkan manfaat sehat dari puasa serta bonus tubuh yang langsing.

"Kalau kita secara sadar berpuasa dengan benar harusnya kurus. Masalahnya dari dulu kalau puasa makan sahur dan buka satu setengah porsi jadi banyak ditambah buka puasa semua ada itulah berat badan membengkak," tutupnya.
 

Tag diabetes puasa puasa untuk diabetes

Terkini