konsultasi

Bayi Menghisap Jempol Memang Menggemaskan, Tetapi Jika Kebiasaan Ini Berlanjut Bisa Berdampak Buruk Loh

Kebiasaan bayi menghisap jempol patut diwaspadai dampaknya.


Editor: Yani
Minggu, 8 Januari 2023 | 02:17 WIB
Ilustrasi bayi menghisap jempol. (Freepik/jcomp)
Ilustrasi bayi menghisap jempol. (Freepik/jcomp)

Bayi pada umumnya identik dengan aktivitas mengisap jempol. Meski terlihat menggemaskan dan lucu dan tentunya membuat Bayi terlihat nyaman. Tapi sebenarnya kebiasaan mengisap jempol bisa menyebabkan beberapa gangguan seperti berpengaruh pada pertumbuhan gigi anak.

Melansir dari Mayo Clinic, kebiasaan Bayi mengisap jempol sebenarnya sudah dilakukan sejak masih berada dalam kandungan. Bayi pun telah memiliki insting dan kebisaan alami yang membuatnya jadi sering mengisap jempol.

Biasanya, Bayi mengisap jempol agar merasa lebih aman dan nyaman, terutama menjelang waktu tidur. Selain itu, kebiasaan Bayi mengisap jempol ditemukan ketika Bayi sudah mulai mengantuk, bosan atau lapar.

Tentunya kebiasaan Bayi mengisap jempol menjadi hal yang wajar dan biasanya akan berhenti secara otomatis menginjak usia 6 bulan hingga 7 bulan atau usia 2 tahun hingga 4 tahun.

Tapi menurut ahli dari American Academy of Pediatric, kebiasaan mengisap jempol sebaiknya dharus ditangani sebelum anak berusia 3 tahun. Sehingga perlu treatment khusus apabila kebiasaan itu terus berlanjut saat anak sudah menginjak 5 tahun.

Kebiaaan menghisap jempol yang berbahaya bagi Bayi dan balita terjadi bila aktivitas tersebut diikuti gerakan-gerakan aktif di dalam mulut dan langit-langit.

Mengutip Healthline, bahaya menghisap jempol secara aktif dengan banyak gerakan dapat menyebabkan kerusakan pada gigi susu Bayi. Meski sebenarnya akan membaik dengan sendirinya saat gigi permanen mulai tumbuh.

Selain itu, mengisap jempol secara terus-menerus berpotensi menyebabkan gigi permanen si kecil tumbuh dengan posisi tidak sejajar, hingga memengaruhi rahang.

Tak hanya itu, kebiasaan mengisap jempol juga dapat membuat si kecil mudah terinfeksi bakteri, dan virus. Selain itu, bahaya menghisap jempol dalam jangka panjang pada mulut si kecil juga bisa memengaruhi kemampuannya untuk bicara atau mengucapkan kosa kata.

Sehingga nantinya bisa berimbas dan menyebabkan gangguan lain seperti:

  • Overbite, kondisi gigi depan menonjol keluar dari rahang dan mulut
  • Masalah kemampuan menggigit lainnya, seperti gigi bawah mengarah ke dalam ke arah belakang mulut atau gigitan terbuka.
  • Terjadi perubahan bentuk rahang, yang juga dapat memengaruhi susunan gigi dan pola bicara, seperti cadel
  • Membuat langit-langit mulut jadi lebih sensitif.

Sebenarnya, masalah tersebut bisa dihindari jika kebiasaan mengisap jempol berhenti saat gigi permanen sudah tumbuh. 

Anak-anak yang mengisap jempol dalam waktu lama mungkin berisiko lebih tinggi untuk efek samping seperti yang telah disebutkan.
 

Tag menghisap jempol bayi hisap jempol kesehatan bayi

Terkini