konsultasi

Jangan Salah Kaprah Peradangan Sendi Sebagai Penyakit Asam Urat, Yuk Kenali Gejala dan Penyebabnyanya

Penyakit asam urat saat ini makin banyak dialami masyarakat modern. Penyebabnya mulai dari makanan hingga tingkat stres yang tinggi. Untuk mengenalinya, bisa simak artikel berikut.


Editor: Yani
Jumat, 2 Desember 2022 | 04:01 WIB
Ilustrasi asam urat. (Kemenkes.go.id)
Ilustrasi asam urat. (Kemenkes.go.id)

Mendengar asam urat, nampaknya bagi sebagian besar masyarakat tidak akan asing mendengarnya. asam urat sendiri kerap diidentikan dengan keluhan yang terjadi pada nyeri sendi.

Namun, ternyata tidak semua nyeri yang terjadi pada persendian dikarenakan oleh asam urat. Banyak faktor yang harus diamati lebih seksama untuk bisa menilai hal tersebut disebabkan oleh asam urat.

Terkait asam urat, Dokter Sungadi Santoso menjelaskan mengenai asam urat yang sebenarnya berada di dalam tubuh kita. Melalui channel YouTube SB30 Health, ia mengemukakan, asam urat merupakan senyawa nitrogen yang dihasilkan dari metabolisme di dalam tubuh, baik itu metabolisme protein atau metabolisme DNA dalam tubuh kita.

"Kita semua mengonsumsi makanan yang mengandung protein, keabohidrat, lemak dan sebagainya yang semuanya nutrisi bagi tubuh kita. Makanan yang kita konsumsi, sebagian besar akan diserap oleh tubuh kita dan sebagian menjadi limbah bagi tubuh kita. Jadi limbah-limbah ini akan dikeluarkan oleh tubuh kita melalui usus dan ginjal," katanya.

Sedangkan panyakit asam urat sendiri muncul, menurut Dokter Sung, karena proses pengeluaran limbah tidak berjalan lancar. Atau mungkin limbah yang masuk terlalu banyak.

"Jadi secara normal, sebenarnya tubuh kita mempunyai mekanisme untuk membuang limbah-limbah ini, termasuk asam urat agar tubuh kita tetap dalam keadaan sehat."

Namun pada kasus-kasus tertentu pada beberapa orang, menurutnya, justru asam urat ini akan mengendap pada jaringan atau pada sendi mereka. Ini yang dikenal dengan Gout Arthritis (peradangan sendi yang dipengaruhi oleh asupan makanan yang tinggi akan purin).

Dokter Sung kemudian menjabarkan tiga penyebab utama terjadinya asam urat, yakni:

1. Produksi asam urat yang berlebihan di dalam tubuh

Contohnya pada penderita kanker akan terjadi turn over purin, atau senyawa amina bagian dari protein yang menyusun tubuh makhluk hidup, yang berlebihan di dalam tubuh. Jadi turn over purin dari metabolisme DNA. Sehingga terbentuk purin yang begitu banyak dan menyebabkan asam urat.

2. Ekskresi yang menurun

Ekskresi merupakan pengeluaran zat sisa yang tidak dibutuhkan lagi oleh tubuh kita. Jika fungsi ekskresi dalam tubuh menurun maka limbah-limbah ini tidak dapat dikeluarkan. Limbah-limbah ini termasuk zat yang tidak dibutuhkan lagi oleh tubuh kita.

Contohnya pada kasus atau pasien-pasien yang mengalami gagal ginjal, misalnya. Jadi ginjalnya sudah tidak dapat berfungsi dengan baik sehingga limbah-limbah tadi tidak bisa dibuang, termasuk asam urat.

3. Apa yang kita konsumsi

Konsumsi purin yang berlebihan, contohnya jeroan, daging merah, kemudian seafood seperti kepiting atau udang. Ini penyebab dari kita mengonsumsi intake purin yang berlebihan dari makanan. Kemudian konsumsi alkohol juga dapat meningkatkan asam urat.

Konsumsi obat-obatan misalnya diuretic yang biasa digunakan oleh penderita darah tinggi. Obat-obatan seperti ini juga bisa meningkatkan asam urat. Kemudian ada lagi obat pengencer darah seperti aspirin.

Meski begitu, ia juga mengemukakan ada faktor lain dari tiga penyebab tersebut yang bisa memicu asam urat, yakni stres yang berlebihan.

"Oleh karena itu dibutuhkan keseimbangan hidup. Jadi jika sudah menghindari makanan-makanan yang memicu asam urat, tapi jika tidak bisa mengontrol tingkat stres, maka hal ini juga mengganggu mekanisme di dalam tubuh dampaknya pembuangan limbah dalam tubuh akan terganggu," jelasnya.

Akhirnya, asam urat yang harusnya bisa dibuang, tidak bisa dikeluarkan dari tubuh dan mengendap pada jaringan, contohnya pada ginjal. Apabila asam urat mengkristal dan mengendap pada jaringan ginjal, maka akan membentuk batu ginjal.

"Jika mengendap pada jaringan sendi-sendi, maka akan membentuk Gout Arthritis dan itu paling sering menyerang pada ibu jari kaki atau jempol kaki. Lama-lama itu bisa terdorong. Jika suatu saat kristal urat itu pecah, maka kristal-kristal tersebut akan menyebabkan peradangan pada sendi jempol kaki. Sehingga rasanya akan sangat sekali, bengkak, merah bahkan hingga tidak bisa menggerakan kaki," katanya.

Selain pada jempol kaki dan ginjal, penumpukan kristal urat juga bisa terjadi pada bagian tubuh lainnya seperti pada jari tangan, siku atau lutut.

Ia kemudian menyarankan, jika mengalami masalah keluhan nyeri sendi sebaiknya berkonsultasi kepada dokter. Jangan mengira-ngira kena nyeri sendi, maka beli obat asam urat, karena tidak semua nyeri sendi disebabkan asam urat.

Tag asam urat batu ginjal dokter sungadi santoso penyebab asam urat

Terkini