konsultasi

Usia Berapa Anak Bisa Diberi Gadget dan Aturannya Agar Nggak Kecanduan?

Nggak selamanya buruk, gawai atau gadget ternyata bisa bantu stimulasi pertumbuhan anak asalkan Parents tetap memerhatikan beberapa hal berikut ini.


Editor: Cahyaningrum
Sabtu, 18 Februari 2023 | 00:44 WIB
Ilustrasi anak main gawai alias gadget. (Foto: Pexels/Alex Green)
Ilustrasi anak main gawai alias gadget. (Foto: Pexels/Alex Green)

Gawai atau gadget ternyata bisa membantu stimulasi pertumbuhan anak asalkan tetap memerhatikan beberapa hal seperti fitur dan konten yang ada di dalam Gawai tersebut.

"Kita mesti kasih stimulasi dari berbagai arah supaya tumbuh kembang otaknya makin lengkap, tapi memang kita perlu perhatikan beberapa hal, Gawainya kayak apa, fiturnya yang bisa digunakan apa sampai konten-kontennya jadi sesuatu yang perlu dipertimbangkan," kata psikolog anak Saskhya Aulia Prima M.Psi dalam peluncuran HUAWEI MatePad SE Kids Edition secara daring di Jakarta, Jumat (17/2/2023).

Lebih lanjut ia mengatakan belajar melalui Gawai ada keuntungannya salah satunya untuk mengasah kosa kata atau kosa kata bahasa Inggris anak jika di rumah Parents lebih banyak berbahasa Indonesia.

Selain itu dapat pula mengulang apa yang telah anak pelajari di sekolah dengan akses yang tidak terbatas dan stimulus yang lebih interaktif.

"Informasi dalam Gawai nggak terbatas itu sebagai alat belajar yang secara sensori atau secara indera itu banyak kita dapat inputnya dari visual, audio, gambar bergerak untuk yang malas belajar dan jadi bisa membuat anak lebih termotivasi belajar karena stimulus yang dikasih lebih interaktif," terang Saskhya dilansir Antara.

Ia menganjurkan sebaiknya Parents memberikan Gawai untuk bermain atau belajar saat anak usia dua tahun ke atas.

Karena usia dua tahun ke bawah masih memerlukan fokus yang dibangun dengan interaksi langsung. Sementara untuk usia 18 bulan, hanya boleh menggunakan Gawai untuk video call dengan pengawasan orang tua.

"Kenapa baru diberikan pada saat 18 bulan dan itu hanya video call dan buat dua tahun baru boleh gim dan lain-lain karena memang kemampuan manusia untuk konsentrasi dan menangkap interaksi sosial itu dua tahun ke bawah masih harus langsung," terang salah satu pendiri layanan konsultasi psikologi Tiga Generasi ini.

Selain itu perlu juga diperhatikan waktu pemberian Gawai yang tidak boleh misalnya, saat sedang makan atau sebelum tidur agar anak tidak terlalu over stimulasi yang menjadikannya susah tidur.

Salah satu cara agar anak tidak pasif saat sedang memainkan Gawai adalah Parents tetap berkomunikasi dengan anak dengan cara menceritakan kembali apa yang dilihatnya di Gawai.

Selain itu bisa pula melakukan kerajinan atau eksperimen antara Parents dan buah hati saat sedang menonton video dari Gawainya.

Namun tetap harus diseimbangkan dengan aktivitas lain di luar Gawai seperti olahraga atau kegiatan lain yang menjadi kesukaan anak.

"Sesibuk-sibuknya orang tua minimal sehari bisa menghabiskan 15-20 menit melakukan kegiatan apa yang anak suka secara langsung, jadi kadang-kadang idenya biarin dari dia nanti kita ikutin dia mau ngapain," terang Saskhya.

Anak yang ketergantungan Gawai, lanjut dia, biasanya ada keterlambatan perkembangan seperti kemampuan bicara, konsentrasi.

Selain itu kemampuan kesabaran yang minim karena teknologi Gawai yang serba cepat, dan tantrum setelah menggunakan Gawai.

Batasi penggunaan Gawai anak di jam-jam tertentu untuk membantunya membangun rutinitas disiplin agar tidak 'kebablasan' menggunakan Gawai.
 

Tag kecanduan gadget anak main gadget anak kecanduan gadget gawai

Terkini