lifestyle

Menyandang Lupus, Selena Gomez Alami Kenaikan Berat Badan Setelah Menjalani Pengobatan

Sejak meminum obat lupus, Gomez mengakui, jika berat badannya cenderung berfluktuasi.


Editor: Yani
Rabu, 15 Maret 2023 | 01:28 WIB
Selena Gomez. (akun IG selenagomez)
Selena Gomez. (akun IG selenagomez)

Selebritas Hollywood Selena Gomez pernah didiagnosa mengidap lupus sejak 2014 silam. Beberapa waktu lalu, Selena membagikan pengalamannya saat menjalani pengobatan lupus.

Saat menjalani pengobatan penyakit yang diidapnya, mantan kekasih Justin Bieber ini mendapatkan 'body shaming' dari netizen.

Dikutip dari laman Page Six, ia mengungkapkan bahwa netizen tidak peduli dengan alasan yang membuatnya terpuruk, walaupun dirinya sedang menderita penyakit kronis yang memiliki efek samping menyakitkan.

"Saya dipermalukan karena berat badan saya bertambah karena lupus saya," katanya dikutip dari laman tersebut.

Sejak meminum obat lupus, Gomez mengakui, jika berat badannya cenderung berfluktuasi.

"Saat saya meminumnya, saya cenderung menahan banyak air, dan itu sangat normal. Saat saya tidak melakukannya, berat badan saya cenderung turun," katanya melalui video di akun TikTok-nya.

Meski begitu, Gomez kemudian berusaha untuk menangkal komentar negatif di media sosial terhadap dirinya. Serta berusaha menyemangati orang lain yang mengalami penyakit serupa dengan dirinya.

"Saya hanya ingin mengatakan dan menyemangati siapa pun di luar sana yang merasa malu atas apa yang mereka alami dan tidak ada yang tahu cerita sebenarnya. Aku hanya ingin orang tahu bahwa kamu cantik, dan kamu luar biasa," katanya.

Untuk diketahui, lupus sendiri merupakan penyakit yang terjadi saat sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan dan organ tubuh (penyakit autoimun).

Penyakit lupus sulit didiagnosis karena tanda dan gejalanya sering mirip dengan penyakit lain.

Namun ada tanda yang khas dari lupus, yakni munculnya ruam wajah menyerupai sayap kupu-kupu yang membentang di kedua pipi.

Kasus ini banyak terjadi pada kasus lupus, meski tidak semuanya.

Namun, penyakit autoimun lupus ini terjadi saat sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan sehat yang ada di tubuh.

Dikutip dari Mayo Clinic, kemungkinan penyakit lupus ini disebabkan oleh kombinasi genetika dan lingkungan.

Untuk perawatan dan pengobatan lupus sebenarnya tergantung pada tanda dan gejala yang muncul.

Hal itu juga menjadi penentu apakah pengidap lupus harus dirawat dan obat apa yang harus diberikan.

Saat tanda dan gejala lupus mereda, dokter kemungkinan akan melakukan perubahan pada jenis obat dan dosisnya.

Obat-obatan yang paling umum diberikan untuk mengendalikan lupus meliputi:

  • Obat anti inflamasi nonsteroid atau NSAID

Obat NSAID ini dijual bebas, seperti naproxen sodium (Aleve) dan ibuprofen (Advil, Motrin IB, dan lainnya), bisa digunakan untuk mengobati rasa sakit, bengkak, dan demam yang berkaitan dengan lupus.

Obat NSAID yang lebih kuat yang bisa didapatkan dengan resep dokter. Namun, obat ini bisa menyebabkan efek samping, seperti pendarahan lambung, masalah ginjal, dan peningkatan risiko masalah jantung.

  • Obat antimalaria

Obat-obatan yang biasa digunakan untuk mengobati malaria, seperti hydroxychloroquine (Plaquenil), bisa mempengaruhi sistem kekebalan tubuh dan dapat membantu mengurangi risiko kambuhnya lupus.

Tetapi, obat ini bisa memicu efek samping termasuk sakit perut (jarang terjadi) dan kerusakan pada retina mata.

  • Kortikosteroid

Jenis obat ini seperti Prednison dan lainnya yang bisa melawan peradangan akibat lupus.

Obat ini mengandung steroid dosis tinggi, seperti methylprednisolone dan sering digunakan untuk mengendalikan penyakit serius yang melibatkan ginjal dan otak.

Namun efek samping yang muncul bisa berupa penambahan berat badan, mudah memar, penipisan tulang, tekanan darah tinggi, diabetes, dan peningkatan risiko infeksi. Risiko efek samping ini bisa meningkat jika dosis obat yang diberikan lebih tinggi atau bersamaan dengan terapi jangka panjang.

  • Imunosupresan

Obat-obatan yang menekan sistem kekebalan bisa membantu untuk mengendalikan kasus lupus yang serius. Seperti azathioprine (Imuran, Azasan), mycophenolate (Cellcept), methotrexate (Trexall, Xatmep, lainnya), cyclosporine (Sandimmune, Neoral, Gengraf) dan leflunomide (Arava).

Potensi efek samping yang mungkin muncul seperti peningkatan risiko infeksi, kerusakan hati, penurunan kesuburan, dan meningkatkan risiko kanker.

  • Obat-obatan lainnya

Jenis obat yang berbeda, seperti belimumab (Benlysta), diberikan secara intravena. Ini bisa mengurangi gejala lupus pada beberapa orang. Efek sampingnya berupa mual, diare, infeksi, hingga depresi yang memburuk meski jarang terjadi.

Tag selena gomez lupus selena

Terkini