parenting

Ingin Optimalkan Perkembangan Emosi Anak Usia Dini, Coba 4 Aktivitas Ini Parents!

Simak 4 aktivitas sederhana yang bisa dilakukan Parents dan anak untuk optimalisasi perkembangan emosi anak usia dini.


Editor: Cahyaningrum
Rabu, 15 Maret 2023 | 18:18 WIB
Optimalisasi perkembangan emosi anak harus dilatih atau ditanamkan sejak usia dini dengan berbagai aktivitas. (Foto: Dok. Ruamah Main Cikal)
Optimalisasi perkembangan emosi anak harus dilatih atau ditanamkan sejak usia dini dengan berbagai aktivitas. (Foto: Dok. Ruamah Main Cikal)

Keterlibatan Parents dalam mengenalkan emosi dan mendampingi perkembangan hingga pengelolaan emosi anak usia dini dapat didukung dengan beberapa aktivitas sederhana yang bisa dilakukan di rumah.

Pendidik Rumah Main Cikal Surabaya, Kanaya Bella Safitri, merekomendasikan 4 aktivitas sederhana yang bisa dilakukan anak dan Parents untuk optimalisasi perkembangan emosi anak usia dini.

1. Bermain Peran (Roleplay) 
Parents, kata perempuan yang akrab disapa Tante Kanaya, bisa mengajak anak bermain peran dalam momen-momen kebersamaan di rumah dan atau saat liburan.

Bermain peran dengan mengangkat kisah yang memiliki nilai moral, lanjut dia, bisa mendorong pengembangan dan optimalisasi emosional kognitif dalam otak anak.

"Orang tua dapat melakukan kegiatan roleplay kisah kancil dan buaya bersama anak misalnya. Dari sesi bermain peran tersebut, seiring waktu, akan mendorong pengembangan proses emosional kognitif di dalam otak anak dan kisah itu lebih terekam sebagai landasan moral dalam diri anak (tanpa kita sadari),” terangnya dalam keterangan tertulis.

2. Bermain Tebak Ekspresi (Facial Expression Play)
Bermain tebak ekspresi bersama buah hati juga dapat menjadi salah satu aktivitas yang secara bertahap akan mengoptimalkan perkembangan emosi anak usia dini.

Dengan bermain tebak ekspresi, Parents dapat mengenalkan ekspresi-ekspresi keseharian sebagai manusia dan anak pun akan belajar memahami cara mengekspresikan dirinya dengan baik.

“Bermain tebak ekspresi dapat membantu anak untuk dapat belajar mengekspresikan diri mereka dengan baik. Mereka jadi mengetahui bahwa jika mereka lapar mereka bisa berekspresi lapar tidak perlu marah atau menangis,” urai Kanaya.

3. Memasak Bersama dan Berbagi Masakan
Mengajak anak memasak bersama dan mengajak anak untuk berbagi masakan yang dibuat bersama tersebut kepada tetangga, panti asuhan, dan sebagainya merupakan hal terpuji dan bisa menanamkan rasa empati, kepekaan dan kepedulian anak sejak usia dini terhadap sesama dan lingkungan sekitar.

“Orang tua boleh sekali untuk mengajak anak untuk ikut terjun ke dapur. Seperti membuat kue kering, masakan untuk makan malam, atau makanan lainnya. Tentunya, dengan pengawasan orang tua, ya. Setelah memasak, orang tua dapat juga dapat mengajak anak untuk berbagi masakan yang telah dibuat bersama-sama. Hal ini tentu secara perlahan akan menumbuhkan empati dalam dirinya,” jelas Kanaya panjang lebar.

4. Cari dan Temukan Benda Bersama
Parents dan anak dapat melakukan aksi mencari benda bersama. Aktivitas ini tentu akan mendorong anak untuk membangun interaksi dengan orang lain atau anggota keluarga lain.  

“Permainan ini sangat menarik, anak-anak akan mau tidak mau harus keluar dari sebuah ruangan dan berjalan-jalan mencari benda. Mereka akan bertemu dan berinteraksi dengan orang lain atau anggota keluarga lain dalam proses mencari dan menemukan benda yang diminta.” imbuhnya.  

Selain 4 aktivitas tersebut, masih banyak lagi aktivitas seru lainnya yang dapat dilakukan Parents dan anak di rumah atau saat libur sekolah untuk memperkuat ikatan anak dan Parents.

Dan, tentu saja mengenalkan serta mengoptimalkan perkembangan emosional anak usia dini. 
 

Tag perkembangan emosi anak perkembangan anak

Terkini