parenting

Ini Beberapa Mitos yang Salah Kaprah di Masa Pertumbuhan Anak

Ada beberapa mitos yang dipercaya di tengah masyarakat yang sebenarnya bertolak belakang dengan fase pertumbuhan anak.


Editor: Yani
Jumat, 13 Januari 2023 | 06:55 WIB
Ilustrasi bayi menghisap jempol. (Freepik/jcomp)
Ilustrasi bayi menghisap jempol. (Freepik/jcomp)

Dilarang menggunakan tangan kiri untuk melakukan aktivitas sehari-hari menjadi salah satu mitos yang mendarah daging dalam masyarakat kita. Namun, sebenarnya mitos yang muncul tersebut ternyata akan mengganggu pertumbuhan anak

Menurut dokter spesialis anak dr Mesty Ariotedjo, SpA mengatakan masih banyak orangtua yang melarang anaknya menggunakan tangan kiri karena dianggap akan menjadi 'kidal'.

Pdahal menurutnya, anak yang belum berusia 2 tahun seharusnya dibebaskan untuk mencoba menggenggam atau menggunakan tangan kirinya saat beraktivitas seperti makan, mencorat-coret serta bermain.

Ia mengungkapkan, hal tersebut sebenarnya akan berpengaruh pada perkembangan otak kiri dan kanannya.

"Anak butuh memiliki keseimbangan otak kiri dan kanan dan memang ini harus distimulasi terus. Kalau kita menahan dia untuk menggunakan tangan kirinya, maka otak kanannya akan terhambat perkembangannya," ujarnya seperti dikutip Antara.

Selain menggunakan tangan kiri, mitos kedua yang sering dilakukan orangtua yakni menggunakan baby walker untuk membantu anak lebih cepat berjalan.

Ia mengatakan, sebenarnya penggunaan baby walker tidak direkomendasikan di seluruh dunia karena menyebabkan banyak kecelakaan pada anak.

Selain itu, penggunaan baby walker bisa menyebabkan fungsi kaki tidak optimal. Hal tersebut bisa dibandingkan dengan anak yang tidak menggunakan alat bantu berjalan.

"Selain bahaya, itu juga menyebabkan fungsi kakinya menjadi tidak natural dan akhirnya menjinjit dan posisi jalannya mungkin tidak seoptimal yang tidak pakai baby walker walaupun tidak semua anak mengalami itu," katanya.

Selain itu, mitos yang berkembang lainnya di masyarakat, yakni melarang anak memasukkan tangan ke mulut.

Menurut Dokter Mesty, hingga usia anak mencapai 2 tahun, mereka sedang berada dalam fase oral. Fase tersebut ditandai dengan memasukkan tangan ke dalam mulut karena hal tersebut dianggap lebih nyaman.

"Itu tidak perlu dilarang karena memasukkan tangan ke mulut adalah salah satu bentuk soothing," ujarnya.

Justru menurutnya, saat anak memasukkan tangannya ke mulut, orangtua melakukan observasi untuk memahami yang dibutuhkan anak saat itu.

"Kita harus observasi, kita harus memahami apa sih sebenarnya kebutuhan anak ini yang tidak terpenuhi dan apa yang membuatnya tidak nyaman dan itu yang harus diatasi," katanya.

Tag mitos mitos anak psikologi anak

Terkini