konsultasi

5 Pantangan Saat Hamil, Mitos atau Fakta Ya?

Banyak ibu merasa khawatir untuk beraktifitas saat hamil karena akan membahayakan janin. Alasan ini pula yang membuat ibu hamil menjadi mager alias malas gerak.


Editor: Nurakhmayani
Jumat, 9 Desember 2022 | 05:45 WIB
Foto: ilustrasi hamil (pexels/Matilda Wormwood)
Foto: ilustrasi hamil (pexels/Matilda Wormwood)

Moms, banyak ibu merasa khawatir untuk beraktifitas saat hamil karena akan membahayakan janin. 

Alasan ini pula yang membuat ibu hamil menjadi mager alias malas gerak. 

Padahal kekhawatiran tersebut hanya mitos belaka yang tidak terbukti kebenarannya. 

Berikut ini adalah lima mitos yang katanya tidak boleh dilakukan oleh ibu hamil karena tidak aman bagi kandungan dan janin:

1. Tidur dengan posisi tengkurap atau telentang

Pada awal kehamilan, tidur dengan posisi perut di bawah atau tengkurap sebenarnya tidak masalah.  

Tetapi saat kehamilan memasuki usia 4 bulan ke atau trimester kedua kehamilan posisi tidur seperti ini sebaiknya jangan dilakukan.

Sebab selain membuat ibu hamil tidak nyaman, posisi ini bisa menyebabkan pembuluh darah besar di dalam perut tertekan oleh rahim dan memengaruhi posisi janin di dalam kandungan.

Sedangkan tidur telentang juga tidak disarankan karena menekan pembuluh darah, membuat jantung berdetak lebih cepat, dan menghambat aliran darah ke janin. 

Nah, posisi yang paling baik saat usia kandungan sudah memasuki 4 bulan adalah berbaring miring ke kiri.

2. Penggunaan handphone

Moms, banyak ibu hamil yang ogah berdekatan dengan handphone (HP). 

Mereka percaya bahwa paparan radiasi sinyal HP selama hamil dapat meningkatkan risiko keguguran atau menyebabkan bayi kelak memiliki gangguan tingkah laku.

Padahal belum ada penelitian tentang hal ini dan belum terbukti pula. 

Tetapi kalau Moms ingin menggunakan HP dan takut akan paparan radiasinya, Moms bisa membatasi waktu penggunaan HP dan tidak meletakkannya di samping tempat tidur saat tidur di malam hari.

3. Berjalan melalui alat pendeteksi logam

Saat memasuki pusat perbelanjaan atau bandara, pengunjung biasanya diminta melewati alat pendeteksi logam. 

Alat ini memang dapat mengeluarkan gelombang elektromagnetik untuk mendeteksi benda-benda logam dan banyak pula yang khawatir gelombang elektromagnetik akan menggangu perkembangan janin. 

Moms, frekuensi yang dikeluarkan oleh alat pendeteksi logam tersebut sangat rendah dan aman dilalui oleh semua orang, termasuk ibu hamil.

Selain itu radiasi dari alat pendeteksi logam tersebut hanya akan menembus pakaian dan tidak sampai menembus jaringan kulit, sehingga tidak berbahaya bagi janin.

4. Penggunaan komputer atau laptop

Menggunakan komputer atau laptop saat hamil terbilang aman karena radiasi yang dipancarkan oleh alat elektronik ini tidak membahayakan janin. 

Yang menjadi masalah adalah saat Moms yang sedang mengandung duduk terlalu lama di depan komputer atau laptop.

Sebab, terlalu lama duduk dapat menyebabkan peredaran darah Moms menjadi tidak lancar. 

Selain itu, kebiasaan ini juga bisa membuat ibu hamil mengalami nyeri punggung, leher, atau bahu. 

Karena itu, ibu hamil disarankan beranjak dari kursi dan berjalan-jalan sebentar setiap beberapa jam.

5. Minum kopi

Minum minuman berkafein secara berlebihan selama hamil memang beresiko terjadinya komplikasi kehamilan, misalnya keguguran. 

Artinya ibu hamil masih boleh konsumsi minuman berkafein dengan jumlah yang terbatas. 

Jika Moms ingin minum kopi, maka paling banyak dua cangkir kopi instan atau setara dengan 200 mg kafein per hari. 

Namun, bila Moms mengonsumsi jenis kopi seduh (brewed coffee), batas yang diperbolehkan hanyalah 1 cangkir dalam sehari saja, ya.

Perlu diingat bahwa kandungan kafein tak hanya terdapat dalam kopi tetapi juga terdapat dalam teh, cokelat, minuman berenergi, dan minuman soda.

Nah, sekarang sudah jelas bukan? Jika masih ragu, Moms bisa berkonsultasi dengan dokter kandungan. 


 

Tag hamil

Terkini